Di bulan Desember, kita sudah mulai bisa menjumpai buah durian dijajakan dipinggir jalan. Di saat itulah, saya teringat Es Dawet. Betapa segarnya minum es dawet (aka es cendol) dengan buah durian. Secara default (eh, koq kayak komputer saja), es dawet berisi cetakan puding hun-kwee dengan tape ketan dan irisan buah nangka/apokat (tergantung musim), diberi santan dan parutan es batu; lalu dengan topping cairan gula jawa. Asyiknya, bila sedang musim durian, kita pun bisa meminta es dawet ditambah buah durian (tapi dengan tambahan biaya, yang terkadang saya pikir terlalu mahal, tidak sebanding dengan kita membeli buah durian secara terpisah, asal bukan durian monthong lho)..
Salah satu penjual es dawet yang saya gemari adalah yang mangkal di depan sekolah Theresiana – Kampung Kali (Jl Mayjen Sutoyo). Kenapa ?? Karena lokasi yang begitu rindang, diteduhi sekian banyak pohon yang lebat; juga sekian banyak penjual makanan yang lain, mulai dari tahu gimbal sampai batagor. Pokoknya perlu deh dicoba kesana..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar